Curriculum Vitae Prof. Dr. Musdah Mulia, M.A

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Dosen UIN Jakarta dan dosen luar biasa di beberapa perguruan tinggi. Dikenal luas sebagai intelektual Muslim, perempuan ulama dan sekaligus perempuan aktivis yang bersikap sangat kritis terhadap berbagai pandangan mayoritas yang tidak rasional dan tidak humanis, khususnya dalam isu-isu agama. Dia aktif di berbagai organisasi perempuan, dan juga di organisasi profesi, seperti Akademi Ilmu Pengetahuan Indonesia (AIPI) dan Women Shura Council (Majelis Perempuan Ulama berpusat di New York).Bersama Gus Dur, Djohan Effendi dan sejumlah pemuka agama lainnya mendirikan ICRP (Indonesian Conference on Religions for Peace) sebuah organisasi lintas iman yang aktif mempromosikan perdamaian melalui dialog agama dan sejak 2005 menjadi Ketua Umum ICRP. Tahun 2015 mendirikan Yayasan Mulia Raya. Lembaga ini konsen di bidang pendidikan masyarakat, khususnya kalangan milenial, terutama dalam penguatan literasi agama serta literasi kebudayaan dan keindonesiaan. Gagasan Muslimah Reformis diwujudkan untuk mengedukasi perempuan agar memiliki sikap kritis, integritas, spiritualitas dan kreativitas yang bermanfaat bagi kemanusiaan.

Musdah Mulia menyelesaikan pendidikan dasar di Pesantren As’adiyah, Sulawesi Selatan. Kemudian menjadi perempuan pertama meraih gelar doktor dalam bidang pemikiran politik Islam di UIN Jakarta (1997). Disertasi berjudul Negara Islam, merupakan hasil penelitiannya di Kairo, Mesir, lalu diterbitkan menjadi buku oleh penerbit Paramadina (2000) dan penerbit Kata Kita (2010). Dia juga perempuan pertama dikukuhkan LIPI sebagai Profesor Riset bidang  Lektur Keagamaan di Kementerian Agama (1999) dengan pidato pengukuhan: Potret Perempuan Dalam Lektur Agama (Rekonstruksi Pemikiran Islam Menuju Masyarakat Egaliter dan Demokratis).

Mengikuti sejumlah pendidikan non-Formal, antara lain: Pendidikan Civil  Society di Universitas Melbourne, Australia (1998); Pendidikan HAM di Universitas Chulalongkorn, Thailand (2000); Pendidikan Advokasi Penegakan HAM dan Demokrasi di Amerika Serikat (2000); Pendidikan Kepemimpinan di Universitas George Mason, Virginia, Amerika Serikat (2001); Pendidikan Pelatih HAM di Universitas Lund, Swedia (2001); Manajemen Pendidikan dan Kepemimpinan Perempuan di Dhaka, Bangladesh (2002). Visiting Professor di EHESS, Perancis (2006); International Leadership Visitor Program, USA, Washington (2007).

Sebagai Aparatur Sipil Negara, Musdah pernah menjadi Kepala Penelitian dan Pengembangan Lektur Agama, Kementerian Agama R.I. Staf Ahli Menteri HAM bidang Pencegahan Diskriminasi. Staf Ahli Menteri Agama bidang Hubungan Kerjasama Internasional.

Musdah juga sangat aktif dalam kegiatan sosial-kemasyarakatan, baik di NGO, maupun ormas pemuda, keagamaan dan perempuan, seperti KNPI, PMII, Koalisi Perempuan Indonesia, Majelis Dakwah Islamiyah, Majelis Ulama Indonesia. Di lingkungan Nahdhatul ‘Ulama (NU) pernah sebagai Ketua Wilayah IPPNU Sulawesi Selatan, Pucuk Pimpinan Fatayat NU, dan Muslimat NU.

Karya-karyanya dikenal sangat vokal menyuarakan nilai-nilai kemanusiaan berupa keadilan, demokrasi, pluralisme dan kesetaraan gender. Di antaranya, Muslimah Reformis: Perempuan Pembaru Keagamaan, Mizan (2005); Perempuan dan Politik, Gramedia (2005); Islam and Violence Against Women, LKAJ, Jakarta (2006); Islam dan Inspirasi Kesetaraan Gender, Kibar Press (2007); Islam dan Hak Asasi Manusia, Naufan (2010); Muslimah Sejati, Nuansa Cendekia (2011); Membangun Surga di Bumi: Kiat-Kiat Membina Keluarga Ideal dalam Islam, Gramedia (2011); Mengupas Seksualitas, Serambi (2015), dan Ensiklopedia Muslimah Reformis: Pokok-Pokok Pemikiran untuk Reinterpretasi dan Aksi, Penerbit Baca (2020). Selain itu, menulis puluhan entri dalam Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Hukum Islam, dan Ensiklopedi Al-Qur`an, serta sejumlah artikel disajikan dalam berbagai forum ilmiah, baik di dalam maupun luar negeri.

Sejumlah penghargaan nasional dan internasional diraihnya, antara lain International Women of Courage Award dari Pemerintah Amerika Serikat (2007) atas kegigihannya memperjuangkan demokrasi; Yap Thiam Hien Human Rights Award (2008) atas ketekunannya membela keadilan bagi kaum rentan dan minoritas di Indonesia;  Plangi Tribute to Women dari Kantor Berita Antara (2009) karena kegigihannya mengembangkan literasi damai; International Woman of The Year 2009 dari Pemerintah Italia atas kiprahnya memperjuangkan hak-hak perempuan dan kelompok minoritas. NABIL Award (2012) karena gigih menyuarakan prinsip kebhinekaan dan kebangsaan. Penghargaan dari Himpunan Indonesia untuk Ilmu-Ilmu Sosial (2013) sebagai ilmuwan yang melahirkan karya-karya berpengaruh dalam bidang ilmu sosial di Indonesia. The Ambassador of Global Harmony (2014) dari Anand Ashram Foundation karena aktif memperjuangkan pluralisme dan hak kebebasan beragama di Indonesia. Humanity Award (2019) dari International Forum for Peace and Human Rights atas kiprahnya merajut perdamaian melalui upaya-upaya penegakan HAM di Indonesia. Dapat dihubungi via m-mulia@indo.net.id dan musdah.mulia@blogspot.co.id atau  http://muslimahreformis.org