Pentingnya Reunifikasi Semenanjung Korea: Dukungan Kuat dari Indonesia

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter

Pentingnya Korea yang Merdeka dan Bersatu

Indonesia mendukung penuh Korea yang Merdeka dan Bersatu sebagai Katalis Perdamaian dan Pembangunan Regional dan Global. Indonesia sebagai negara yang netral dan cinta damai mutlak terus mendukung dialog, rekonsiliasi dan reunifikasi antar-Korea untuk membina perdamaian dan keamanan di Semenanjung Korea dan lebih luas lagi di Asia Timur Laut dan dunia.

Pemerintah Indonesia juga mendukung upaya Dewan Pertimbangan Unifikasi Nasional, yang sejak didirikan pada tahun 1980 terus mendapat dukungan dari berbagai negara, termasuk Indonesia. Faktanya, ide reunifikasi Korea Selatan-Korea Utara juga didukung oleh seluruh Presiden Indonesia, dari Presiden pertama kita, Soekarno hingga Presiden Joko Widodo.

Saya percaya bahwa seluruh rakyat Indonesia akan selalu memperjuangkan perdamaian dunia berdasarkan penghormatan terhadap kemanusiaan, kemerdekaan, dan keadilan sosial sesuai dengan nilai-nilai Pancasila . Ideologi kita Pancasila terdiri dari lima asas, asas kerohanian, asas kemanusiaan, asas persatuan Indonesia, asas demokrasi, dan asas keadilan sosial. Kelima prinsip tersebut sangat sesuai dengan nilai-nilai universal hak asasi manusia dan juga konsep peacebuilding.

Pancasila sangat kondusif untuk menegakkan demokrasi dan membangun perdamaian dalam masyarakat. Dan yang lebih penting, Pancasila mencerminkan gagasan bhinneka tunggal ika yang berarti persatuan dalam perbedaan. Konsep ini menjadi landasan inti perdamaian dan perekat pemersatu bangsa Indonesia yang sangat beragam, baik dari segi ras, warna kulit, bahasa, agama, dan keyakinan.

Pentingnya upaya perdamaian

Saya pribadi sangat menghargai upaya pemerintah dan rakyat Republik Korea untuk membangun perdamaian abadi. Dimulai dengan keputusan untuk bergabung dengan Perserikatan Bangsa-Bangsa pada tahun 1991. Kemudian, memperluas partisipasi aktifnya dalam hubungan diplomatik multilateral bertepatan dengan posisi globalnya yang berkembang secara ekonomi. Dunia juga sangat mengapresiasi peran penting Ban Ki -moon yang sebelumnya menjadi Menteri Luar Negeri dan Perdagangan Korea Selatan menjadi Sekjen PBB.

Kita semua tahu bahwa selama hampir dua dekade di Perserikatan Bangsa-Bangsa, Republik Korea telah secara aktif berpartisipasi dalam banyak upaya perdamaian dan penyelesaian masalah internasional yang ditangani oleh PBB , seperti misi pencegahan konflik dan pemeliharaan perdamaian , proyek pembangunan dan perlindungan hak asasi manusia. dan seterusnya dan

seterusnya. Saya percaya bahwa upaya untuk menegakkan perdamaian harus terus ditingkatkan dan diperkuat , sehingga menjadi fondasi bagi Korea yang bebas dan bersatu.

Menurut saya, sekalipun implementasi kebijakan reunifikasi Semenanjung Korea belum terlaksana dengan baik, itu bukanlah sebuah kegagalan, justru merupakan hal yang wajar. Mengapa? Pasalnya, Korea Selatan dan Korea Utara memiliki beberapa perbedaan yang cukup kontras, terutama dalam hal kehidupan sosial, ekonomi, politik, dan keamanan. Hal ini tentu menjadi tantangan bagi kedua belah pihak untuk bersatu. Selain itu, baik Korea Selatan maupun Korea Utara masing-masing memiliki kondisi yang sulit untuk dipenuhi satu sama lain. Korea Selatan meminta Korea Utara untuk melakukan denuklirisasi, juga harus bersedia melaporkan semua senjata nuklirnya. Hal ini sangat kecil kemungkinannya untuk direalisasikan, mengingat Korea Utara masih merupakan negara tertutup. Menurut pengalaman saya, reunifikasi bisa terjadi jika rasa saling percaya terus meningkat. Kedua negara harus saling terbuka dan toleran.

Rumitnya hubungan Korea Utara dan Korea Selatan membutuhkan solusi konkrit yang lebih manusiawi dan bebas dari kepentingan negara besar seperti Amerika Serikat. Saya kira setidaknya ada dua alternatif upaya yang bisa dilakukan. Pertama, memungkinkan kedua negara untuk secara mandiri menyelesaikan banyak perselisihan dalam skema bilateral. Kedua, menempatkan negara-negara yang bebas dari kepentingan politik di kawasan Semenanjung Korea, seperti Indonesia, menjadi “perantara yang jujur”, yaitu negosiator yang tidak memihak atau tidak memihak dengan kepentingan tertentu. Mengingat negara Indonesia sedang giat menggalakkan politik bebas aktif, maka Indonesia sangat tepat berperan sebagai pembawa damai kedua negara.

Pentingnya dialog dan upaya budaya

Saya selalu percaya bahwa orang Korea, baik Korea Utara maupun Korea Selatan, memiliki identitas dan karakter budaya yang sama karena keduanya berakar pada keluarga yang sama. Menurut saya, ini akan menjadi semangat dan sekaligus kunci perdamaian untuk reunifikasi Korea. Bangsa Korea memiliki identitas budaya yang sangat kuat. Dan ini akan menjadi modal penting dalam mendorong upaya dialog menuju perdamaian di Semenanjung Korea.

Saya sedang memikirkan kemungkinan lain untuk reunifikasi Semenanjung Korea. Jika langkah reunifikasi terlalu sulit dicapai, lebih baik dimulai dulu dengan upaya membangun perdamaian di Semenanjung Korea. Saya pikir ini mungkin lebih dapat diterima oleh semua orang. Jadi itu semacam upaya bertahap, tidak sekaligus. Pilihan terbaik sekarang adalah menghentikan ancaman perang, dan memulai kemitraan di berbagai bidang, seperti ekonomi dan budaya untuk mewujudkan perdamaian antara Korea Selatan dan Korea Utara.

Upaya perdamaian semacam ini sebenarnya sudah dimulai di Indonesia. Misalnya pada Asian Games 2018 Acara yang digelar di Indonesia ini membuat sejarah yang cukup mengharukan sejak konflik Korea yang telah berlangsung lebih dari 70 tahun. Kontingen Korea Selatan dan Korea Utara bersatu untuk membawa nama besar Korea dengan menggunakan bendera unifikasi.

Perdamaian adalah syarat bagi kelangsungan hidup dan kemakmuran semua bangsa. Damai selalu membawa kebaikan, ketenangan dan kebahagiaan bagi manusia. Itulah jalan damai yang diimpikan oleh semua bangsa, bahkan oleh seluruh umat manusia. Upaya menyatukan bangsa Korea tidak bisa dilakukan dengan kebencian dan kemarahan. Solusinya bukan dengan senjata, bukan dengan kekerasan dalam bentuk apapun, apalagi dengan perang. Satu-satunya solusi adalah perdamaian melalui reunifikasi. Itulah jalan damai yang diimpikan oleh semua bangsa, bahkan oleh seluruh umat manusia.

Pentingnya Partisipasi Perempuan

Dewan Keamanan mengadopsi Resolusi 1325, sebuah resolusi penting tentang Perempuan, Perdamaian, dan Keamanan. Ini adalah kerangka kebijakan yang bertujuan untuk mempromosikan kesetaraan gender dan meningkatkan hak, partisipasi dan perlindungan perempuan dalam situasi konflik. Kebijakan global ini mendorong pendekatan berbasis gender untuk mengakui peran perempuan dalam segala bidang kehidupan, termasuk dalam upaya perdamaian terkait reunifikasi Semenanjung Korea. Resolusi ini lebih menekankan pentingnya peran perempuan dalam pencegahan konflik, pemeliharaan perdamaian, negosiasi perdamaian, pembangunan perdamaian dalam rekonstruksi pasca konflik. Resolusi ini juga menuntut partisipasi yang setara dalam memajukan dan memelihara perdamaian dan keamanan.

Oleh karena itu, dialog budaya harus semakin banyak dilakukan, dan juga melibatkan seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan. Wanita dengan naluri keibuan mereka merasa lebih mudah untuk merangkul dan menyatukan mereka yang terkoyak oleh perang dan konflik. Perempuan harus dilibatkan dalam semua tahapan dan proses rekonsiliasi perdamaian menuju reunifikasi Korea.

Saya telah menyaksikan kerja luar biasa dari kelompok-kelompok perempuan di banyak bidang konflik dan perang. Mereka biasanya bekerja dari hati yang tulus dan tanpa kepentingan politik, satu-satunya tujuan adalah melihat bangsa mereka bersatu dalam damai dan bekerja sama menuju terwujudnya peradaban yang lebih maju. Saya percaya itu juga keinginan seluruh bangsa Korea; orang korea yang sebenarnya adalah satu keluarga, satu bangsa, satu jiwa dan satu karakter dalam budaya.

Pentingnya menghormati prinsip kedaulatan

Selain unsur budaya, hal lain yang tidak kalah pentingnya adalah prinsip kedaulatan di bidang politik. Dalam dialog, penting untuk menghormati kedaulatan semua pihak. Prinsip kedaulatan dalam politik sangat penting untuk perdamaian. Gambaran kedaulatan di bidang politik berarti perdamaian abadi hanya dapat dilakukan oleh bangsa Korea sendiri, tanpa ada intervensi dari negara lain. Karena keduanya adalah satu keluarga dan satu identitas budaya.

Terwujudnya perdamaian dan persatuan Korea sangat penting bagi semua bangsa, termasuk bangsa Indonesia. Sebab, dengan perdamaian dan persatuan, berbagai bentuk kerjasama yang bermanfaat bagi masyarakat internasional dapat dilakukan. Namun yang terpenting adalah perdamaian merupakan syarat mutlak bagi kelangsungan hidup, keamanan dan kemakmuran semua bangsa di dunia.

Kita tahu bahwa perdamaian tidak dapat dibangun dalam waktu singkat, apalagi melalui upaya setengah hati. Membangun perdamaian harus melalui upaya keras yang terorganisir, sistemik dan melibatkan seluruh elemen masyarakat. Dan yang paling penting, itu datang dari komitmen yang kuat dari dalam diri kita sendiri, dari dalam keluarga, dan, lebih jauh lagi, dari komunitas yang lebih besar. Memang tidak mudah, tetapi kita harus bekerja keras jika ingin damai.

 

-Prof. Dr. Musdah Mulia, M.A.-