Lebih Dekat dengan Muslimah Reformis, Rumah Damai untuk Milenial dan Gen Z

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter

ALONESIA.COM – Muslimah Reformis merupakan sebuah lembaga nirlaba yang saat ini aktif melakukan gerakan literasi keagamaan di kalangan generasi muda milenial dan generasi Z (Gen-Z) di seluruh Indonesia.

Lembaga ini didirikan oleh seorang intelektual muslimah, Prof. Dr. Musdah Mulia.

Tujuan lembaga tersebut adalah memberikan pemahaman kepada milenial dan Gen-Z agar mereka berani mereformasi cara berpikir dan cara bersikap, serta lebih terbuka, kreatif, dan kritis pada informasi hoax.

Dia juga menharapkan anak muda lebih menghormati perbedaan, menghargai diri sendiri, keluarga, dan lingkungan sekitar, demi terciptanya Islam yang rahmatan lil alamin.

Kita memproduksi ensiklopedia dan merumuskan berbagai macam pelatihan, salah satu yang terpenting itu adalah pelatihan muslimah milenial reformis yang khusus menyasar kaum muslimah milenial,” kata Musdah mulia, dikutip Alonesia.com dari channel YouTube Kerani TV.

Menurutnya, milenial adalah kelopok yang paling rentan mendapatkan berbagai macam propaganda.

“Kita harus memberikan pencerahan kepada milenial sehingga mereka bisa menjadi aset bangsa yang betul-betul berguna untuk kepemimpinan yang akan datang,” ujarnya.

Menurutnya, milenial adalah kelopok yang paling rentan mendapatkan berbagai macam propaganda.

“Kita harus memberikan pencerahan kepada milenial sehingga mereka bisa menjadi aset bangsa yang betul-betul berguna untuk kepemimpinan yang akan datang,” ujarnya.

“Supaya mereka tidak terapapar pandangan-pandangan radikalisme, ideologi asing, dan konsumerisme. Kasihan kalau mereka tidak dibekali literasi damai, ke depannya bisa suram,” ujarnya.

Prof. Dr. Musdah Mulia adalah seorang aktivis perempuan, peneliti, konselor, dan penulis di bidang keislaman.

Musdah Muliah merupakan perempuan pertama yang dikukuhkan Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) sebagai profesor riset bidang Lektur Keagamaan di Departemen Agama pada tahun 1999.

Musdah juga pernah tergabung dalam tim ahli yang menghasilkan Undang-undang Hukum Pidana Indonesia yang merekomendasikan tentang pelarangan perkawinan anak.

Musdah Mulia juga dikenal sebagai seorang feminis yang berani berbicara. Dia memperoleh penghargaan Yap Thiam Hien pada tahun 2008.***

https://www.youtube.com/watch?v=X-ZDP4in1M8