MMR Tasikmalaya Lounching dan Bedah Buku, Prof. Musdah: Kaum Milenial Harus Berani Bersuara Lewat Karya

Bagikan:

Share on whatsapp
Share on facebook
Share on twitter
Muslimah Millenial Reformis (MMR) Tasikmalaya foto bersama seusai melounching dan membedah buku di Villa Graha Sahara Rabu 15 Desember 2021 /Anbiyani/Priangan Timur

PRIANGANTIMURNEWS – Muslimah Millenial Reformis (MMR) Tasikmalaya adalah salah satu komunitas yang berada di bawah naungan yayasan Mulia Raya.

Pada Rabu 15 Desember 2021 di Villa Graha Sahara Kota Tasikmalaya Muslimah Millenial Reformis (MMR) Tasikmalaya menggelar kegiatan launching dan bedah buku.

Kegiatan launching dan bedah buku ini mengangkat tema “Menyulam Harmoni dan Keberragaman dalam Literasi”, kegiatan ini dihadiri oleh berbagai organisasi, lintas agama, dan juga masyarakat umum yang mengumpulkan 97 orang.

Launching dan Bedah Buku ini adalah mengupas habis buku hasil karya dari para anggota Muslimah Milenial Reformis (MMR) Tasikmalaya yang mengunjungi 18 orang dengan judul “Wajah Damai Milenial Reformis”.

Kegiatan Launching dan Bedah Buku diapresiasi oleh berbagai pihak, salah satunya para narasumber.

Para narasumber yang ikut memahami literasi kepada peserta peluncuran dan bedah buku yaitu Bode Riswandi sebagai Sastrawan Tasikmalaya, Affi Endah Navilah sebagai Ketua PC Fatayat NU Kota Tasikmalaya, dan jangan lupa Founder Yayasan Mulia Raya, Prof. Dr. Musdah Mulia.

Presiden MMR Tasikmalaya, Suci Noorbayani, M.Pd mengucapkan banyak terima kasih kepada semua peserta, panitia, dan narasumber yang telah mengapresiasi kegiatan ini yang memang salah satu kegiatan MMR Tasikmalaya.

Sebagai narasumber, Affi Endah Navillah, M.Pd juga mengatakan jika kegiatan ini adalah kegiatan yang sangat menginspirasi bagi kalangan milenial.

“Acara ini sangat luar biasa, sangat menginspirasi, dan selamat atas buku yang telah diluncurkan,” ucap Affi Endah Navilah.

“Bahwa ternyata di Tasikmalaya ini ada kaum milenial yang peduli masyarakat, keresahan dari masyarakat, dan kemudian ide serta gagasan para milenial ini ke dalam sebuah buku yang sangat cocok untuk dibaca,” lanjutnya.

Sementara itu Prof. Musdah Mulia sangat mengapresiasi dan berharap para milenial ini berani membuktikan lebih berani untuk bersuara di depan publik dan bersuara lewat karya salah satunya buku, karena buku adalah karya yang paling mahal dan abadi.

Terakhir, pesan untuk para milenial baik itu dari MMR Tasikmalaya dan seluruh para milenial di Indonesia pada umumnya, Kak Mila Mudzakar sebagai editor dari buku ‘Wajah Damai Milenial Reformis’.

“Buku ini adalah refleksi dari pengalaman-pengalaman yang dialami para perempuan di seluruh dunia, dan sangat jarang untuk diumbar di publik, sehingga buku ini sangat cocok untuk dibaca di depan,” ucap Kak Mila.

“Saya berharap membaca buku ini, dan tolong sebarkan pentingnya para muslimah untuk bersuara di ranah publik, saling menguatkan, agar jender ini dapat segera terwujud,” ujarnya.***

 

sumber: https://priangantimurnews.pikiran-rakyat.com/pendidikan/pr-1223242329/mmr-tasikmalaya-lounching-dan-bedah-buku-prof-musdah-kaum-milenial-harus-berani-bersuara-lewat-karya?page=2